KARAKTERISTIK DAN TUGAS – TUGAS
PERKEMBANGAN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
mata kuliah Psikologi Sekolah
Dosen Pengampu Ibu Wulan Adiarti
Disusun Oleh :
1.
Doni prayogo 3201411082
2.
Erlina Safitri 3301411004
3.
Renatra P.S 3301411009
4. Nur
Fadillah 3301411017
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2013
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat
menyelesaikan makalah
ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan
ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam
menyelesaikan tugas ini.
Dalam makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada
teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis.
Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Semarang, Maret
2013
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul
............................................................................................................
i
Kata Pengantar
..........................................................................................................
ii
Daftar Isi ....................................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
....................................................................................................
1
B. Rumusan
Masalah
................................................................................................
2
C. Tujuan
Penulisan ………………………………………………………………. 2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Karakteristik
perkembangan…………………….……………………………….3
B. Tugas
tugas perkembangan……………………………………………………..12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
.......................................................................................................15
B. Saran …………………………………………………………………………15
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………16
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia
mengalami pertumbuhan dan perkembangan sedari awal kehidupan sampai akhir dari
kehidupan. Didalam perkembangan yang terjadi itu, manusia mengalami beberapa
fase kehidupan yang terbagi dalam beberapa bagian dengan berbagai karakteristik
yang berbeda – beda pada setiap tahapnya. Dari beberapa bagian itu, memiliki
pengaruh yang sangat besar bagi kelangsungan kehidupan, perkembangan fisik,
perkembangan psikologi dan juga perkembangan sosial. Seringkali manusia
mengalami kegagalan dalam beberapa fase yang mengakibatkan kurang sempurnanya
pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi. Sehingga mengakibatkan penyimpangan
– penyimpangan dalam menjalani kehidupan. Beberapa manusia yang mengalami
kegagalan itu, seringkali pula tidak menyadari jika peristiwa yang terkadang
dianggap tidak begitu berarti dimasa lalu justru mengakibatkan masalah besar
dikemudian hari. Kebanyakan dari orang tua yang berperan penting dalam
perkembangan anak mereka, seringkali tidak mengetahui fase – fase penting pada
masa anak d–
anak yang nantinya akan membentuk kepribadian dimasa depan. Sehingga seringkali
orang tua melakukan kesalahan fatal yang tidak disadari dan mengakibatkan
penyimpangan terhadap diri anak.
Maka
dari itu, didalam makalah ini akan dibahas mengenai karakteristik dan tugas –
tugas perkembangan didalam perjalanan hidup manusia. Sehingga pemahaman
terhadap fase – fase perkembangan yang terjadi pada diri manusia dapat dipahami
dengan baik. Oleh karena itu penulis mengambil judul makalah ‘Karakteristik dan
Tugas – Tugas Perkembangan.
1
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
karakteristik perkembangan yang dialami manusia?
2.
Apa
saja tugas – tugas perkembangan?
C. Tujuan Penelitian
1.
Untuk
mengetahui karakteristik perkembangan yang dialami manusia.
2.
Untuk
mengetahui tugas – tugas perkembangan.
2
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Karakteristik
Perkembangan
Perkembangan
yang dialami oleh manusia, melewati beberapa tahapan yang pasti akan dilaluinya.
Berikut ini beberapa fase – fase dalam perkembangan yang dialami oleh manusia.
1.
Masa
Prenatal
Periode
pertama dalam fase perkembangan kehidupan manusia ini merupakan periode yang
paling singkat. Dimulai pada saat pembuahan dan berakhir pada kelahiran.
Ciri penting
masa prenatal :
a.
Pembawaan
Lahir, membentuk bawaan fisik, mental dan juga jenis kelamin.
b.
Pertumbuhan
dan perkembangan yang cepat, manusia mengalami pertumbuhan paling cepat pada
masa ini.
c.
Kondisi
dalam lingkungan pralahir, tergantung pada kondisi sang ibu. Jika tubuh ibu
baik maka perkembangan juga akan membaik.
d.
Sikap
orang – orang yang berarti, sikap orang – orang terdekat, terutama keluarga
mempengaruhi perkembangan terhadap anak termasuk timbulnya sikap pada anak yang
nantinya akan mempengaruhi kehidupan.
1)
Sumber
timbulnya sikap, banyak faktor yang memperngaruhi sikap terhadap anak.
Pertama
pengalaman awal masa muda dengan anak – anak menentukan perasaan mereka,
seseorang wanita yang harus membantu merawat adik – adiknya mungkin akan mempunyai
sikap yang kurang menyenangkan pada anak – anak, atau wanita yang dibesarkan
sebagai anak tunggal mungkin ingin memiliki banyak anak untuk mengatasi
kesepian pada masa mudanya.
3
Kedua,
pengalaman dengan teman – teman, baik dimasa lalu atau masa sekarang. Misalnya
seorang pemuda yang mendengar keluhan teman – temannya, tentang kesulitan
keuangan yang dihadapi sebagai orang tua, memutaskan untuk tidak memiliki
banyak anak.
2)
Efek
sikap pada anak – anak, sikap ibu dapat mempengaruhi bayinya yang belum
dilahirkan. Misalnya, seorang ibu yang menginginkan seorang anak laki – laki
mempunyai sikap yang kurang menyenangkan jika ternyata yang terlahir adalah
anak perempuan. Jika anak yang terlahir adalah laki – laki seperti yang
diharapkan, maka disadari atau tidak maka ia kan menunjukkan sikap lebih
menyenangi anak laki – laki itu dan perlakuan terhadap anak perempuan akan
mengalami kesenjangan.
2.
Masa
Neonatal
Periode dimana
manusia yang baru terlahir menyesuaikan diri dengan keadaan diluar rahim.
Ciri penting
masa neonatal :
a.
Periode
yang tersingkat dari semua masa perkembangan, menurut kriteria psikologi
perkembangan terjadi sekitar waktu dua minggu.
b.
Masa
penyesuaian yang radikal, beberapa bayi dapat dengan mudah menyesuaikan diri
namun bagi bayi lain ada yang kesulitan dan mengalami kegagalan.
c.
Masa
terhentinya perkembangan
d.
seringkali
terjadi kemunduran seperti berkurangnya berat badan dan kecenderungan menjadi
kurang sehat. Terhentinya pertumbuhan merupakan hal yang normal karena
penyesuaian terhadap kondisi baru.
e.
Pendahulan
dari perkembangan selanjutnya
f.
Periode
yang berbahaya, karena penyesuaian diri terhadap lingkungan baru.
4
3.
Masa
Bayi
Ciri – ciri
penting pada masa bayi :
a.
Dasar
yang sesungguhnya, seluruh masa anak – anak terutama tahun – tahun awal
dianggap sebagai masa dasar. Seperti permulaan berkembanganya penggolongan
peran seks.
Hampir
dari saat dilahirkan anak laki – laki diperlakukan seperti anak laki – laki dan
perempuan sebagai perempuan. Anak laki – laki, misalnya diberi pakaian warna
biru, diselimuti dengan selimut biru dan kamarnya tidak diberi hiasan jumbai –
jumbai. Mainan dipilihkan mainan anak laki – laki dan diceritakan berbagai
dongeng tentang anak laki – laki dan kegiatannya.
Sementara
pada anak perempuan, penekanan peranan seks tidak terlalu ditekankan seperti
anak laki – laki, tetapi secara tidak langsung anak perempuan peran seksnya
sudah ditetapkan pada masa bayi dengan memperbolehkan mereka menangis dan
menunjukkan tanda – tanda lain ‘kelemahan wanita’ yang tidak diperkenankan pada
bayi laki – laki.
Penggolongan
peran seks merupakan salah satu tahapan penting dalam kehidupan manusia.
Terdapat beberapa kasus ketidak puasan orang tua terhadap jenis kelamin pada
anak. Terjadi sebuah kasus, dimana ketika seorang ayah sangat menginginkan
seorang anak laki – laki, tetapi ketika yang terlahir anak perempuan dan ayah
tersebut tidak bisa menerimanya dan tetap memaksakan kehendaknya. Akhirnya,
sang anak perempuan oleh ayah tersebut dibesarkan dan dididik seperti layaknya
anak laki – laki, akibatnya ketika ia mulai menginjak masa remaja dan dewasa
sang anak perempuan akan secara otomatis mengalami penyimpangan seksual dan
juga penyimpangan sosial, karena sedari kecil ia telah dikenalkan sebagai anak
laki – laki dan bukan anak perempuan yang seharusnya.
5
b.
Pertumbuhan
dan perubahan berjalan pesat, perkembangan bayi terutama pada tahun pertama
berjalan lebih pesat, baik secara fisik maupun psikologis.
c.
Berkurangnya
ketergantungan, merupakan efek yang terjadi dari pesatnya perkembangan yang
memungkinkan bayi melakukan sesuatu perbuatan tanpa bantuan.
d.
Meningkatnya
individualitas
e.
Permulaan
sosialisi dan kreatifitas
4.
Awal
masa Kanak – Kanak
a.
Sebutan
yang sering dipakai orang tua :
1)
Masa
sulit, terutama karena perawatan fisik anak.
2)
Usia
mainan, karena anak menghabiskan banyak waktunya dengan bermain.
b.
Sebutan
yang sering digunakan pendidik :
Usia prasekolah, yang merupakan masa persiapan anak
untuk memasuki kehidupan sekolah.
c.
Sebutan
yang sering digunakan ahli psikologi :
1)
Usia
kelompok
2)
Usia
menjelajah
3)
Usia
bertanya
4)
Usia
meniru
5)
Usia
kreatif
5.
Akhir
Masa Kanak – Kanak
a.
Sebutan
yang sering digunakan orang tua :
1)
Usia
yang menyulitkan, karena anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman sebayanya.
2)
Usia
tidak rapi.
3)
Usia
ceroboh.
6
b.
Sebutan
yang sering digunakan pendidik :
1)
Usia
sekolah dasar.
2)
Periode
kritis dalam dorongan berprestasi, masa dimana anak membentuk kebiasaan untuk
mencapai sukses, tidak sukses atau sangat sukses yang akan berkorelasi tinggi
pada prestasi dimasa dewasa.
c.
Sebutan
yang sering digunakan ahli psikologi :
1)
Usia
berkelompok.
2)
Usia
penyesuaian diri.
6.
Masa
Puber
Ciri – ciri
masa puber :
a.
Periode
tumpang tindih, karena kedudukan remaja berada pada akhir masa kanak – kanak
dan awal masa remaja.
b.
Periode
yang singkat, biasanya hanya terjadi dua tahun atau kurang,
c.
Memiliki
tiga tahapan :
1)
Prapuber,
ciri – ciri seks sekunder mulai tampak tetapi organ – organ reproduksi belum
sepenuhnya berkembang.
2)
Puber,
masa dimana kematangan seksual mulai tampak. Pada anak laki – laki akan
mengalami mimpi basah sementara pada anak perempuan mengalami haid.
3)
Pascapuber,
ciri – ciri seks sekunder telah berkembang dengan baik dan organ – organ seks
mulai berfungsi secara matang.
d.
Pertumbuhan
dan perubahan yang pesat.
e.
Fase
negatif, fase dimana individu mengambil sikap ‘anti’ terhadap kehidupan atau
kehilangan sifat – sifat baik.
7
7.
Masa
Remaja
Ciri – ciri
pada masa remaja :
a.
Periode
yang penting, ada beberapa periode yang dianggap lebih penting daripada
beberapa periode lainnya karena berakibat langsung terhadap sikap dan prilaku
dan ada yang dianggap penting karena berakibat jangka panjang. Pada periode
ramaja, keduanya dianggap penting, begiti pula akibat disik maupun akibat
psikologis pada masa remaja keduanya dianggap penting.
b.
Periode
peralihan, dalam setiap periode peralihan status individu tidaklah jelas dan
terdapat keraguan akan peran yang dilakukan.
c.
Periode
perubahan, selama masa awal remaja, ketika perubahan fisik teradi dengan pesat,
perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung dengan pesat.
d.
Usia
bermasalah, hal ini karena pada masa kanak – kanak jika ada masalah maka orang
tua atau pendidik yang akan menyelesaikannya sehingga tidak memiliki kesiapan
untuk menghadapi masalah yang ada dan justru menimbulkan masalah.
e.
Mencari
identitas.
f.
Usia
yang menimbulkan ketakutan.
g.
Masa
yang tidak realistis.
h.
Ambang
masa dewasa.
8.
Masa
Dewasa Awal
Masa dewasa
dini merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola – pola kehidupan baru dan
harapan – harapan sosial baru. Individu memulai peran baru, seperti suami,
istri, orang tua atau pencari nafkah.
Ciri – ciri
yang menonjol pada masa ini :
a.
Masa
pengaturan, seorang pria mencoba bekerja untuk meniti karirnya, sementara
seorang wanita diharapkan mulai menerima tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga
atau bekerja.
b.
Usia
reproduktif.
8
c.
Masa
bermasalah, masalah yang terjadi biasanya berhubungan dengan penyesuaian diri
dalam kehidupan perkawinan, peran sebagai orang tua atau karir.
d.
Ketegangan
emosional, timbulnya masalah dalam kehidupan rumah tangga atau oekerjaan
seringkali menimbulkan terganggunya secara emosional jika tidak bisa
menyelesaikannya.
e.
Keterasingan
sosial, munculnya seseorang yang baru didalam kehidupan, seperti istri atau
suami menimbulkan kerenggangan pada hubungan kekerabatan dan pertemanan.
f.
Masa
komitmen
g.
Masa
ketergantungan, meskipun telah mencapai usia dewasa, namun tetap ada yang
tergantung pada orang tua atau lembaga pemerintahan.
h.
Perubahan
nilai.
i.
Penyesuaian
diri dengan cara hidup baru.
j.
Masa
kreatif
9.
Masa
Dewasa Paruh Baya
Ciri – ciri
yang menonjol :
a.
Periode
yang sangat ditakuti, yaitu adanya kepercayaan tradisional tentang kerusakan
mental dan fisik yang diduga disertai dengan berhentinya reproduksi kehidupan.
b.
Masa
transisi.
c.
Masa
stress
1)
Stres
somatik, disebabkan oleh keadaan jasmani yang menunjukkan usia tua.
2)
Stres
budaya, berasal dari penempatan nilai tinggi pada kemudaan, keperkasaan dan
kesuksesan oleh kelompok budaya tertentu.
3)
Stres
ekonomi, diakibatkan oleh beban keuangan dari mendidik anak.
9
4)
Stres
psikologis, yang mungkin disebabkan oleh kematian istri atau suami, kepergian
anak dari rumah, kebosanan dari perkawinan.
d.
Usia
yang berbahaya, merupakan suatu masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik
sebagai akibat dari terlalu banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan atau
kurangnya memperhatikan kehidupan.
e.
Usia
canggung, Franzblau mengatakan bahwa ‘orang yang berusia madya seolah – olah
berdiri diantara generasi pemberontak yang lebih muda dan generasi warga
senior’
f.
Masa
berprestasi.
g.
Masa
evaluasi.
h.
Masa
sepi dan juga masa jenuh.
10.
Masa
Lanjut Usia
Ciri – ciri
yang menonjol pada masa ini :
a.
Periode
kemunduran, kemunduran secara fisik maupun mental.
b.
Perbedaan
individual pada efek menua, orang menjadi tua secara berbeda karena mereka
mempunyai sifat bawaan yang berbeda, sosio ekonomi dan latar belakang
pendidikan yang berbeda.
c.
Usia
tua dinilai dengan kriteria yang berbeda.
d.
Sterotipe
orang lanjut usia, sterotipe dan kepercayaan tradisional mengenai orang lanjut
usia timbul dari 4 sumber utama, yaitu :
1) Orang lanjut usia
digambarkan tidak menyenangkan
2)
Hilangnya
data fisik, hubungan sosial dan emosi.
3)
Humor
yang menekankan ketololan orang tua dibandingkan kebijaksanaan.
4)
Keadaan
fisik dan mental yang sudah loyo.
e.
Sikap
sosial terhadap usia lanjut, karena banyaknya pandangan terhadap usia lanjut
yang tidak menyenangkan maka perlakuan sosial terhadap orang usia lanjut juga
tidak menyenangkan. Akibatnya usia lanjut menganggap diri mereka sudah tidak
berguna lagi.
10
f.
Status
kelompok minoritas.
g.
Perubahan
peran.
h.
Penyesuaian
yang buruk, karena sikap sosial yang tidak menyenangkan bagi orang usia lanjut
maka banyak orang usia lanjut mengembangkan diri yang tidak menyenangkan.
i.
Keinginan
menjadi muda sangat kuat.
11
B. Tugas – Tugas
Perkembangan
Menurut Havighurst, tugas
perkembangan adalah tugas-tugas
yang harus diselesaikan individu pada
fase-fase atau periode
kehidupan tertentu, dan
apabila berhasil mencapainya mereka akan
berbahagia, tetapi sebaliknya
apabila mereka gagal akan kecewa
dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan
selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Tugas perkembangan merupakan tugas
yang muncul pada saat atau sekitar periode tertentu dari kehidupan individu. Beberapa
tugas perkembangan yang dilakukan oleh individu muncul akibat dari kematangan
fisik. Hurlock (1981) menyebut
tugas – tugas
perkembangan ini sebagai
social expectations yang artinya
setiap kelompok budaya
mengharapkan anggotanya menguasai
keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang
disetujui oleh berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.
Tugas tugas perkembangan pada setiap individu menurut
Havighurst(Hurlock, 1980) adalah sebagai berikut :
1. Masa bayi
dan masa kanak kanak
a. Belajar
memakan makanan padat
b. Belajar
berjalan
c. Belajar
berbicara
d. Belajar
mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
e. Mempelajari
perbedaan seks dan tata caranya
f. Mempersiapkan
diri untuk membaca
g. Belajar
membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.
2. Akhir masa
kanak kanak
a. Belajar
ketrampilan fisik yang diperlukan untuk bermain
b. Membangun
sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh
c. Belajar
menyesuaikan diri dengan teman sebaya
d. Mulai
mengembangkan peran sosial pria dan wanita
12
e. Mengembangkan
ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung
f. Mengembangkan
pengertian pengertian yang diperlukadn untuk kehidupan sehari hari
g. Mengembangkan
hati nurani, pengertian moral, dan tata tingkatan nilai
h. Mengembangkan
sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga
i.
Mencapai kebebasan pribadi
3. Masa
remaja
a. Mencapai
hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita
b. Mencapai
peran sosial pria dan wanita
c. Menerima
keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
d. Mengharapkan
dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
e. Mencapai
kemandirian emosional dari orang tua dan oradng dewasa lainnya
f. Mempersiapkan
karier ekonomi
g. Mempersiapkan
perkawinan dan keluarga
h. Memperoleh
perangkat nilai dan sistem etika sebagai pegangan untuk berprilaku
mengembangkan idiologi
4. Awal masa
dewasa
a. Mulai
bekerja
b. Memilih
pasangan
c. Belajar
hidup dengan tunangan
d. Mulai
membina keluarga
e. Mengasuh
anak
f. Mengelola
rumah tangga
g. Mengambil
tanggung jawab sebagai warga negara
h. Mencari
kelompok sosial yang menyanangkan
5. Masa usia
paruh baya
a. Mencapai
tanggung jawab sosial dan dewasa sabagai warga negara
b. Membantu
anak anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan
bahagia
13
c. Mengembangkan
kegiatan kegiatan pengisi waktu luang
d. Menghubungkan
diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
e. Menerima
dan menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan fisik
f. Mencapai
dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan
g. Menyesuaikan
diri dengan orang tua yang semakin tua
6. Masa tua
a. Menyesuaikan
diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan
b. Menyesuaikan
diri dengan masa pensiun dan berkurangnya penghasilan keluarga
c. Menyesuaikan
diri dengan kematian pasangan hidup
d. Membentuk
hubungan hubungan orang orang seusia
e. Membentuk
pengaturan kehiupan fisik yang menuaskan
f. Menyesuaikan
diri dengan peran sosial secara fleksibel
14
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Perkembangan yang dialami
oleh manusia, melewati beberapa tahapan yang pasti akan dilaluinya
2. Karakteristik
perkembangan dibagi menjadi sepuluh periode yang dimulai dari masa prenatal dan
diakhiri pada masa usia lanjut
3. Tiap tiap
masa mempunyai karakteristik dan ciri ciri
yang berbeda beda
4. Tiap
individu mempunyai tugas perkembangan yang merupakan muncul pada saat atau
sekitar periode tertentu dari kehidupan individu
5. Tugas
tugas perkembangan pada setiap individu dibagi menjadi enam masa periode yang
tiap masa mempunyai tugas tugas yang berbeda beda sepanjang rentang kehidupan.
B. Saran
Perkembangan manusia mengalami beberapa fase yang
semuanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Hal ini sangat penting
diperhatikan dan dipelajari manusia agar nantinya memiliki perkembangan
yang baik karena berpengaruh bagi
kelangsungan kehidupan, perkembangan fisik, perkembangan psikologi dan juga
perkembangan sosial. Seringkali manusia mengalami kegagalan dalam beberapa fase
yang mengakibatkan kurang sempurnanya pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi hal itu
disebabkan karena kurangnya perhatian yang mendalam mengenai perkembangan
manusia.
Mengingat hal itu sangat penting bagi pertumbuhan
manusia maka setiap individu hendaknya dapat mempelajari katekteristik dan
tugas tugas perkembangan ini dengan baik dan benar.
15
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi perkembangan. Edisi
kelima. Terjemahan istiwiayanti dan
soejarwo. Jakarta : Erlangga
Rifa’I, achmad
dkk. 2010. Psikologi pendidikan.
Semarang. Unnes press
16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar