KEADAAN SOSIAL DESA DRESI WETAN
KECAMATAN KALIORI KABUPATEN REMBANG
Disusun Guna Melengkapi Tugas Kelompok Mata Kuliah Sosiologi
Disusun oleh :
1. Erlina Safitri 3301411004
2. Meydayanti Pradatin.D 3301411037
3. Fista Novean 3301411051
4. Ulfa Magfiroh 3301411151
5. Pitri Astuti 3301411156
6. Isma Mufaidah 3301411162
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan hasil pengamatan.
Penulisan hasil pengamant ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Sosiologi.
Dalam penulisan hasil pengamatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan tugas ini.
Dalam penulisan laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Semarang, November 2011
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Gersang, kering, panas. Itulah saat kali pertama kita menginjakkan kaki di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Rona wajah kabupaten di ujung timur laut Provinsi Jawa Tengah itu kian terasa ketika melewati jalan pantai utara Pulau Jawa jalur Semarang-Surabaya saat musim kemarau. Dari jalur ini pula tampak petak-petak lahan tempat pembuatan garam yang terhampar dipinggir pantai pesisir utara. Di daerah ini, memang strategis dan berpotensi cukup besar kemaritimannya. Bentangan pantai sepanjang 65 kilometer dari Kecamatan Kaliori hingga Kecamatan Sarang merupakan kekayaan alam tersendiri yang dimanfaatkan penduduk sebagai sumber mata pencaharian.
Salah satunya adalah desa Dresi Wetan. Desa Dresi Wetan merupakan suatu desa yang ada di Indonesia, lebih tepatnya di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang (Kodepos : 59252), Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini letaknya tidak begitu sulit, karena desa ini terletak dekat dari jalan pantura. Daerah ini terkenal akan petani garamnya, karena letaknya yang strategis dekat pantura. Khususnya di kawasan tambaknya di kecamatan Kaliori ini, sehingga di kota ini dikenal sebagai salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas pada penulisan kali ini. Masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Berapakah jumlah penduduk desa Dresi wetan, kec.Kaliori, Kab.Rembang ?
2. Apa sajakah mata pencaharian penduduk desa Dresi Wetan?
3. Bagaimanakah proses pembuatan garam?
4. Berapakah jumlah pendapatan perkapita penduduk desa Dresi wetan, kec.Kaliori Kab.Rembang ?
5. Bagaimana sistem organisasi desa Dresi wetan, kec.Kaliori, Kab.Rembang ?
6. Bagaimana sistem kepercayaan dan kebudayaan desa Dresi wetan, kec.Kaliori, Kab.Rembang ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
1. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
2. Untuk mengetahui julmah penduduk desa Dresi Wetan, kec.Kaliori, Kab.Rembang.
3. Untuk mengetahui jenis mata pencaharian desa Dresi Wetan.
4. Untuk mengetahui proses pembuatan garam.
5. Untuk mengetahui pendapatan perkapitanya.
6. Untuk mengetahui sistem organisasinya.
7. Untuk mengtahui sistem kepercayaan dan kebudayaannya.
1.4 MANFAAT PENULISAN
Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
• Menambah wawasan kita tentang jumlah penduduknya, kepadatan penduduknya dan pendapatan perkapita yang diperoleh penduduk desa Dresi Wetan, kec.Kaliori, Kab.Rembang.
• Kita menjadi tahu bagaimana sistem organisasinya dan sistem kepercayaan maupun sistem kebudayaannya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 JUMLAH PENDUDUK
Dresi Wetan merupakan desa yang terletak di kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Desa ini termasuk dalam golongan desa yang besar,karena jumlah penduduknya yang banyak, yaitu dengan jumlah penduduk 1144 orang , yang terdiri dari 358 kepala keluarga.
2.2 MATA PENCAHARIAN
Di daerah ini, memang strategis dan berpotensi cukup besar kemaritimannya. Bentangan pantai sepanjang 65 kilometer dari Kecamatan Kaliori hingga Kecamatan Sarang merupakan kekayaan alam tersendiri yang dimanfaatkan penduduk di salah satu desa di kecamatan Kaliori, yaitu desa Dresi Wetan sebagai sumber mata pencaharian. Karena keadaan geografisnya yang memungkinkan, yaitu pantainya yang sangat luas, para penduduk memanfaatkan keadaan alam yang telah ada untuk mencari nafkah. Dengan cara penduduk menjadi petani garam di saat musim kemarau. Yaitu dengan cara mengolah lahan garam dari air garam diubah menjadi garam yang berkualitas yang proses pengolahannya berlangsung selam dua hari, kemudian garam yang sudah jadi tersebut dijual ke tengkulak-tengkulak dan ke pabrik-pabrik. Dan menjadi petani sawah disaat musim penghujan. Yaitu mengolah lahan sawah tanaman padi.
2.3 CARA PEMBUATAN GARAM
Adapun proses pembuatan garam tersebut ialah sebagai berikut:
1. Menguras
Menguras disini ialah membersihkan lahan (tambak) dari sisa-sisa garam yang ada.
2. Nyelender
Nyelender ialah proses pempadatan lahan (tambak), sebelum proses pengisian air garam pada tambak garam.
Proses Nyelender
3. Pengisian
Pengisian air garam pada sawah garam yang telah di slender ( pemadatan ).
Pengisian
4. Pemindahan lahan
Pemindahan lahan ini dilakukan secara berulang karena untuk menghasilkan garam, air laut harus memiliki kadar setinggi 20. Sehingga dilakukan pemindahan lahan. Awalnya air laut memiliki kadar 0. Pemindahan lahan di lakukan sebanyak 4 kali. Dan untuk mengetahui kadar air dilakukan pengukuran dengan alat yaitu thermometer.
Setelah mencapai kadar 20, air itu lalu mengkristal menjadi butiran-butiran garam. Dan bias dilakukan proses selanjutnya.
5. Pengerukan.
Pengerukan ialah proses pengambilan garam dari lahan. Setelah melewati tahap-tahap sebelumnya.
Setelah dilakukan proses pembuatan garam sebelum garam di taruh di gudang. Garam tersebut diletakkan di dekat tambak dahulu.
Garam disisi tambak
Setelah pengumpulan garam di sisi tambak barulah garam disimpan di gudang sebelu garam itu dijual ke tengkulak-tengkulak dan ke pabrik-pabrik.
Garam di simpan digudang
2.4 PENDAPATAN PERKAPITA
Kota Rembang pantas disebut sebagai Kota Garam karena produksi garam per tahunnya cukup melimpah.Salah satu desa penghasil garam di Rembang ini adalah Desa Dresi Wetan, Kecamatan Kaliori. Bentangan pantai sepanjang 65 kilometer dari Kecamatan Kaliori hingga Kecamatan Sarang. Bahkan, produksi garam lokal mampu mencukupi kebutuhan bahan baku garam industri empat perusahaan garam konsumsi lokal sekitar 22.820 ton/tahun atau sekitar 20 – 25 ton / bulan.Tapi sayangnya Desa Dresi Wetan termasuk golongan ekonomi menengah ke bawah, karena pendapatan perkapitanya Rp.1.200.000,00 per bulan, karena harga garam yang murah tidak sebanding dengan tenaga yang digunakan untuk mencari garam tersebut. Kerena teknologi yang digunakan belum canggih, dan masih terlalu tradisonal, maka penghasilan garam yang sebenarnya tidak terbatas menjadi sedikit. Dan para penghasil garam masih sangat mengandalkan sinar matahari untuk mengkristalkan air garam sehingga penghasilan garam tidak bisa maksimal.Sehingga penduduk sekitar belum merasakan fasilitas yang memadai seperti penduduk yang berada dalam lingkungan berpendapatan menengah ke atas. Terbukti penduduk desa Dresi Wetan masih tradisional, dengan rakyatnya yang masih sangat sederhana, sehingga sebagian besar pola fikir mereka belum begitu modern. Dan pemikiran mereka tentang pendidikanpun masih minim, sehingga secara tidak langsung generasi penerus tidak bisa mengembangkan penghasilan garam secara maksimal karena penggunakan alat untuk menghasilakn garam diturunkan secara turun temurun. Faktor lain yang menyebabkan penduduk desa Dresi Wetan termasuk golongan menengah kebawah, selain pendapatannya yang tidak begitu besar, jumlah penduduk desa Dresi Wetan yang termasuk banyak.
2.5 SISTEM ORGANISASI
Penduduk desa Dresi Wetan ini termasuk klasifikasi sosial yang bernama paguyuban, karena penduduk Desa Dresi Wetan ini saling kenal mengenal secara dekat. Penduduk desa Dresi wetan memiliki suatu sistem keorganisasian yang dilakukan oleh remaja, dan juga orang tua. Organisasi yang dilakukan oleh remaja desa Dresi Wetan antara lain, organisasi karang taruna, organisasi remaja masjid, dan organisai keolahragaan remaja desa Dresi Wetan. Misalnya dalam hal remaja masjid, penduduk desa Dresi Wetan ini selalu mengajarkan adik-adik TPA setiap hari Jumat. Para anak-anak kecil pun dilatih untuk bermain sepak bola oleh para remaja setiap hari Jumat. Dan selebihnya para remaja lah yang berlatih sepak bola.
2.6 SISTEM KEPERCAYAAN DAN KEBUDAYAAN
Desa Dresi wetan adalah desa yang mayoritas penduduknya adalah beragamakan islam, penduduk desa ini tergolong penduduk desa yang masih tradisional, yaitu terbukti desa ini mempunyai berbagai macam kebudayaan atau kebiasaan adat, antara lain kebudayaan sedekah bumi. Byasanya pada sedekah bumi ini mereka menanggap ketoprak, dan dangdutan. Biaya yang dihabiskan untuk acara ini yaitu sebesar Rp. 25 juta. Dan biaya tersebut di dapatkan dari urunan warga. Selain sedekah bumi, Desa Dresi pun memiliki kebudayaan houl. Acara houl ini berlangsung selama 5 hari. Dan menghabiskan biaya sebanyak Rp. 40 jt. Biaya tersebut pun di dapatkan dari urunan dari warga pula, ujar Pak Samuri selaku kepala dusun tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
3.2 SARAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar